Sejarah NU oleh Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan

by lutfi arif on 04:18 PM, 09-Nov-13

assalamu'alaikum wr.wb...

Banyak di antara kita yang kepaten obor, kehilangan sejarah, terutama generasi-generasi muda. Hal itupun tidak bisa disalahkan, sebab orang tua-orang tua kita, -sebagian jarang memberi tahu apa dan bagaimana sebenarnya Nahdlitul Ulama itu.

Karena pengertian-pengertian mulai dari sejarah bagaimana berdirinya NU, bagaimana perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan NU, bagaimana asal-usul atau awal mulanya KH. Hasyim Asy'ari mendirikan NU dan mengapa Ahlussunah wal Jama'ah harus diberi wadah di Indonesia ini.

Dibentuknya NU sebagai wadah Ahlussunah wal Jama'ah bukan semata-mata KH. Hasyim Asy'ari ingin berinovasi, tapi memang kondisi pada waktu itu sudah sampai pada kondisi dhoruri, wajib mendirikan sebuah wadah. Kesimpulan bahwa membentuk sebuah wadah Ahlussunah wal Jama'ah di Indonesia menjadi satu keharusan, merupakan buah dari pengalaman ulama-ulama Ahlussunah wal Jama'ah, terutama pada rentang waktu pada tahun 1200 H sampai 1350 H.

Pada kurun itu ulama Indonesia sangat mewarnai dan perannya dalam menyemarakkan kegiatan ilmiyah di Masjidil Haram tidak kecil. Misal diantaranya ada seorang ulama yang sangat terkenal, tidak satupun muridnya yang tidak menjadi ulama terkenal, ulama-ulama yang sangat tabahur fi 'ilmi Syari'ah fi thoriqoh wa fi 'ilmi tasawuf, ilmunya sangat melaut luas dalam syari'ah, thoriqoh dan ilmu tasawuf. Diantaranya dari Sambas, Ahmad bin Abdus Shamad Sambas. Murid-murid beliau banyak yang menjadi ulama-ulama besar seperti Kiyai Tholhah Gunungjati Cirebon.

Kiyai Tholhah ini adalah kakek dari Kiyai Syarif Wonopringgo, Pekalongan. Muridnya yang lain, Kiyai Syarifudin bin Kiyai Zaenal Abidin bin Kiyai Muhammad Tholhah. Beliau diberi umur panjang, usianya seratus tahun lebih. Adik seperguruan beliau diantaranya Kiyai Ahmad Kholil Bangkalan. Kiyai Kholil lahir pada tahun 1227 H. Dan diantaranya murid- murid Syekh Ahmad Sambas yaitu Syekh Abdul Qodir al-Bantani, yang menurunkan anak murid, yaitu Syekh Abdul Aziz Cibeber dan Kiyai Asnawi Banten.

Ulama lain yang sangat terkenal sebagai ulama ternama di Masjidil Harom adalah Kiyai Nawawi al- Bantani. Beliau lahir pada tahun 1230 H dan meninggal pada tahun 1310 H bertepatan dengan meninggalnya mufti besar Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Ulama Indonesia yang lainnya yang berkiprah di Masjidil Harom adalah Sayyid Ahmad an-Nahrowi al- Banyumasi. Beliau diberi umur panjang, beliau meninggal pada usia 125.

Tidak satupun pengarang kitab di Haromain; Mekah-Madinah, terutama ulama-ulama yang berasal dari Indonesia yang berani mencetak kitabnya sebelum ada pengesahan dari Sayyid Ahmad an-Nahrowi al- Banyumasi.

Syekh Abdul Qadir al-Bantani murid lain Syekh Ahmad bin Abdus Shamad Sambas, yang mempunyai murid Kiyai Abdul Lathif Cibeber dan Kiyai Asnawi Banten. Adapun ulama-alama yang lain yang ilmunya luar biasa adalah Sayyidi Syekh Ubaidillah Surabaya. Beliau melahirkan ulama yang luar biasa yaitu Kiyai Abu Ubaidah Giren Talang Tegal (Ponpes Attauhidiyyah), terkenal sebagai Imam Asy'ari-nya Indonesia. Dan melahirkan seorang ulama auliya besar, Sayyidi Syekh Muhammad Ilyas Sukaraja. Guru dari guru saya Sayyidi Syekh Muhammad Abdul Malik.

Yang mengajak Syekh Muhammad Ilyas muqim di Haromain yang mengajak adalah Kiyai Abu Ubaidah tersebut, di Jabal Abil Gubai, di Syekh Sulaiman Zuhdi. Diantara murid- muridnya lagi di Mekah adalah Sayyidi Syekh Abdullah Tegal. Lalu Sayyidi Syekh Abdullah Wahab Rohan Medan, Sayyidi Syekh Abdullah Batangpau, Sayyidi Syekh Muhammad Ilyas Sukaraja, Sayyidi Syekh Abdul Aziz bin Abdush Shamad al-Bimawi, dan Sayyidi Syekh Abdullah dan Sayyidi Syekh Abdul Manan, tokoh pendiri Termas sebelum Kiyai Mahfudz dan sebelum Kiyai Dimyati.

Di jaman Sayyidi Syekh Ahmad Khatib Sambas ataupun Sayyidi Syekh Sulaiman Zuhdi, murid yang terakhir adalah Sayyidi Syekh Ahmad Abdul Hadi Giri Kusumo daerah Mranggen.

Inilah ulama-ulama indonesia di antara tahun 1200 H sampai tahun 1350. Termasuk Syekh Baqir Zaenal Abidin Jogja, Kiyai Idris Jamsaren, dan banyak tokoh-tokoh pada waktu itu yang di Haromain.

Seharusnya kita bangga dari warga keturunan banagsa kita cukup mewarnai di Haromain, beliau-beliau memegang peranan yang luar biasa. Salah satunya guru saya sendiri Sayyidi Syekh Abdul Malik yang pernah tinggal di Haromain dan mengajar di Masjidil Haram khusus ilmu tafsir dan hadits selama 35 tahun. Beliau adalah muridnya Syekh Mahfudz at-Turmudzi.

Mengapa saya ceritakan yang demikian, kita harus mengenal ulama- ulama kita dahulu yang menjadi mata rantai berdirinya NU. Kalau dalam hadits itu betul-betul tahu sanadnya, bukan hanya katanya-katanya saja. Jadi kita harus tahu dari mana saja ajaran Ahlussunah wal Jama'ah yang diambil oleh Syekh KH. Hasyim Asy'ari.

Bukan sembarang orang tapi yang benar-benar orang-orang tabahur ilmunya, dan mempunyai maqomah, kedudukan yang luar biasa. Namun sayang peran penting ulama-ulama Ahlussunah wal Jama'ah di Haromain pada masa itu (pada saat Syarif Husein berkuasa di Hijaz), khususunya ulama yang dari Indonesia tidak mempunyai wadah. Kemudian hal itu di pikirkan oleh KH. Hasyim Asy'ari disamping mempunyai latar belakang dan alasan lain yang sangat kuat sekali.

Menjelang berdirinya NU beberapa ulama besar kumpul di Masjidil Harom, -ini sudah tidak tertulis dan harus dicari lagi narasumber- narasumbernya. Beliau-beliau menyimpulkan sudah sangat mendesak berdirinya wadah bagi tumbuh kembang dan terjaganya ajaran Ahlussunah wal Jama'ah. Akhirnya diistikhorohi oleh para ulama-ulama Haromain, lalu mengutus KH. Hasyim Asy'ari untuk pulang ke Indonesia agar menemui dua orang di Indonesia. Kalau dua orang ini mengiakan jalan terus, kalau tidak jangan diteruskan. Dua orang tersebut yang pertama Habib Hasyim bin Umar bin Thoha bin Yahya Pekalongan, yang satunya lagi Mbah Kholil Bangkalan.

Oleh sebab itu tidak heran jika Mukatamar NU yang ke-5 dilaksanakan di Pekalongan tahun 1930 M untuk menghormati Habib Hasyim yang wafat pada itu. Itu suatu penghormatan yang luar biasa. Tidak heran kalau di Pekalongan sampai dua kali menjadi tuan rumah Muktamar Thoriqoh.

Tidak heran karena sudah dari sananya, kok tahu ini semua sumbernya dari mana? Dari seorang yang sholeh, Kiyai Irfan. Suatu ketika saya duduk-duduk dengan Kiyai Irfan, Kiyai Abdul Fatah dan Kiyai Abdul Hadi. Kiyai Irfan bertanya pada saya: "Kamu ini siapanya Habib Hasyim?". Yang menjawab pertanyaan itu adalah Kiai Abdul Fatah dan Kiai Abdul Hadi: "Ini cucunya Habib Hasyim Yai".

Akhirnya saya diberi wasiat: "Mumpung saya masih hidup tolong catat sejarah ini. Mbah Kiyai Hasyim Asy'ari datang ke tempatnya Mbah Kiyai Yasin, Kiyai Sanusi ikut serta pada waktu itu. Di situ diiringi oleh Kiyai Asnawi Kudus, terus diantar datang ke Pekalongan. Lalu bersama Kiyai Irfan datang ke kediamannya Habib Hasyim. Begitu KH. Hasyim Asy'ari duduk, Habib Hasyim langsung berkata: "Kyai Hasyim Asy'ari, silakan laksanakan niatmu kalau mau membentuk wadah Ahlussunah wal Jama'ah. Saya rela tapi tolong saya jangan ditulis."

Itu wasiat Habib Hasyim, terus Kiyai Hasyim Asy'ari merasa lega dan puas. Kemudin Kiyai Hasyim Asy'ari menuju ke tempatnya Mbah Kiyai Kholil Bangkalan. Kemudian Mbah Kiyai Kholil bilang sama Kiyai Hasyim Asyari: "Laksanakan apa niatmu saya ridho seperti ridhonya Habib Hasyim tapi saya juga minta tolong nama saya jangan ditulis."

Kata Kiyai Hasyim Asy'ari ini bagaimana Kiyai, kok tidak mau ditulis semua. Terus Mbah Kiyai Kholil menjawab: "Kalau mau tulis silakan tapi sedikit saja." Itu tawadhu'nya Mbah Kiyai Ahmad Kholil Bangkalan. Dan ternyata sejarah tersebut juga dicatat oleh Gus Dur.

Inilah sedikit perjalanan Nahdlatul Ulama (NU). Inilah perjuangan pendiri Nahdlatul Ulama. Para pendirinya merupakan tokoh-tokoh ulama yang luar biasa. Makanya hal-hal yang demikian itu tolong ditulis. Agar anak- anak kita itu tidak terpengaruh oleh yang tidak-tidak, sebab mereka tidak mengetahui sejarah. Anak-anak kita saat ini banyak yang tidak tahu, apa sih NU itu? Apa sih Ahlussunah wal Jama'ah itu? Lha ini permasalahan kita.

Upaya pengenalan itu yang paling mudah dilakukan adalah dengan memasang foto-foto para pendiri NU, khususnya foto Hadhratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari.

(Disampaikan oleh Maulana al-Habib Luthfi bin Yahya pekalongan.

Atau Anda bisa kunjungi ke: www.habiblutfiyahya.net

smoga bermanfaat

Wa'alaikum salam wr.wb

CARA MENGETAHUI SIAPA YG SERING BUKA PROFIL FB KITA

by lutfi arif on 03:19 PM, 09-Nov-13

assalamualaikum wr wb, selamat mlm sobat mwb smua.... Langsung ke inti saja profil fb memang bisa dilihat tanpa sepengetahuan sipemilik dan tentunya anda penasaran siapa saja yang suka melihat lihat profil fb kita. Nah, dengan Trik facebook yang satu sobat dapat mengetahui dengan jelas siapa saja yang suka melihat profil facebook sobat, dan biasanya yang suka melihat lihat profil kita itu adalah seseorang yang... [Read More]

my pic

by lutfi arif on 12:22 AM, 23-Aug-13

24052013312.jpg24052013311.jpg24052013307.jpg

HIKMAH BERSUCI

by lutfi arif on 08:47 PM, 20-Jun-13

Islam adalah agama yang cinta keindahan. Keindahan selalu identik dengan kebersihan dan kesucian. Demikianlah sebuah hadits berbunyi "Kebersihan itu sebagian dari iman". Artinya keimanan belum tanpa adanya kebersihan. Baik jasmani maupun rohani.Anjuran bersuci dalam Islam terjembatani dalam pelaksanaan wudlu' sebelum shalat. Demikian pula anjuran mandi sebelum pertemuan jum'atan atau berkumpul tahunan dalam rangka shalat idul adha maupun idul fitri. Begitu juga dengan... [Read More]

Jangan menunda amal

by lutfi arif on 04:39 PM, 29-May-13

diantara kita, (mungkin) sering kali menunda ibadah dan amal kebajikan dengan dalih yang beranekaragam; seperti sibuk bekerja, waktunya belum tepat, atau alasan lainnya. Tapi, sadarkah kita seandainya waktu ibadah kita habis karena ajal telah tiba? Kepada siapa kita hendak minta pertolongan, jika tak punya amal saleh? Dari sini, dapat disimpulkan secara gamblang bahwa menunda amal kebajikan untuk menunggu waktu luang merupakan bentuk kebodohan... [Read More]

NASEHAT KUBUR

by lutfi arif on 04:01 PM, 24-May-13

1. Saya adalah tempat paling gelap maka terangilah saya dengan Tahajud 2. Saya adalah tempat yang paling sempit maka luaskanlah saya dengan Basmalah 3. Saya adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah saya dengan memperbanyak membaca Al Qur’an 4. Saya adalah tempat binatang-binatang yang menjijikkan maka racunilah ia dengan amal shodaqoh 5. Saya adalah tempat Munkar dan Nakir bertanya maka persiapkanlah jawabanmu dengan memperbanyak... [Read More]

Kyai Bisyri Musthofa Menipu Syetan

by lutfi arif on 07:18 AM, 24-May-13

Salah satu perbuatan yang melekat pada diri syetan adalah menipu dan menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Tapi kalau syetan ditipu manusia, maka hal itu menjadi menarik disimak. Alkisah KH Ali Maksum pernah menyampaikan protes kecil kepada KH Bisyri Musthofa. “Kiai, tingkat keilmuan saya dengan sampeyan itu kan hampir ndak ada bedanya. Tapi mengapa sampeyan bisa melahirkan berbagai karya tulis dalam bentuk buku,... [Read More]

TULUL AMAL

by lutfi arif on 11:45 PM, 20-May-13

Marilah dalam hidup ini kita selalu berusaha memelihara iman yang ada dalam dada kita. Memperkuat rasa taqwa kita kepada Allah SWT, baik dalam keadaan lapang maupun dalam kesempitan hidup, dengan cara meningkatkan taat kita kepada Allah Swt, serta memelihara amal kita dari amal-amal yang dapat merusak ketaatan kita kepada-Nya. Salah satu sikap yang dapat mengakibatkan bermalas- malasan dalam melakukan taat kepada... [Read More]

belajar dri tukang parkir

by lutfi arif on 09:18 PM, 15-May-13

walaupun bnyak mobil tidak pernah smbong, walaupun mobilnya gonta ganti g' takabur, diambil sampai habis pun dia terima dg iklas

Knapa ??????

sebab dia tukang parkir tidak merasa memiliki tp merasa dititipi ...

Begitu indahnya hidup ini jka kita bisa spt tukang parkir..( Tidak merasa memiliki tp merasa dititipi)

Ukasyah ingin mengqishas rasullulah SAW

by lutfi arif on 05:02 PM, 12-May-13

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa setelah dekat waktu wafatnya, Rasulullah memerintahkan Bilal supaya adzan. Memanggil manusia untuk sholat berjama’ah. Maka berkumpulah kaum Muhajirin dan Anshor ke Masjid Rasulullah saw. Setelah selesai sholat dua raka’at yang ringan kemudian beliau naik ke atas mimbar lalu mengucapkan puji dan sanjung kepada Allah swt, dan kemudian beliau membawakan khutbahnya yang sangat berkesan, membuat hati... [Read More]